Inflasi Provinsi Jambi Sentuh Angka 4,59 Persen, 9 dari 11 Kelompok Pengeluaran Mengalami Lonjakan

By MS LEMPOW 03 Mar 2026, 09:40:05 WIB Ekonomi
Inflasi Provinsi Jambi Sentuh Angka 4,59 Persen, 9 dari 11 Kelompok Pengeluaran Mengalami Lonjakan

Keterangan Gambar : Inflasi Provinsi Jambi Sentuh 4,59 Persen, 9 dari 11 Kelompok Pengeluaran Mengalami Lonjakan


Mediajambi.com – Tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Provinsi Jambi pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,59 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,62. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muaro Bungo, yang mencapai 6,46 persen dengan IHK sebesar 112,34. Sementara itu, Kota Jambi mencatat tingkat inflasi terendah di angka 4,37 persen dengan IHK 109,72.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, menjelaskan bahwa kenaikan inflasi y-on-y ini didorong oleh naiknya harga pada sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 17,91 persen. Disusul oleh kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang tumbuh 12,38 persen.

Kelompok pengeluaran lainnya yang turut berkontribusi terhadap inflasi antara lain Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 3,00 persen; Rekreasi, Olahraga, dan Budaya 3,16 persen; Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran 3,35 persen; Pendidikan 2,14 persen; Transportasi 1,12 persen; Kesehatan 0,67 persen; serta Pakaian dan Alas Kaki 0,50 persen.

    Di sisi lain, terdapat dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yang berarti harga-harga di sektor tersebut mengalami deflasi. Kedua kelompok tersebut adalah Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,92 persen, serta Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,10 persen.

    Komoditas Pemicu Kenaikan Harga

    Sejumlah komoditas menjadi penyumbang dominan terhadap inflasi y-on-y di Februari 2026. Di antaranya adalah tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, petai, sigaret kretek mesin (SKM), nasi dengan lauk, tomat, ikan serai, angkutan udara, jeruk, beras, sewa rumah, telur ayam ras, sigaret kretek tangan (SKT), mobil, kopi bubuk, ikan dencis, kue kering berminyak, akademi/perguruan tinggi, sekolah dasar, sate, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, rekreasi, tarif air minum PAM, sigaret putih mesin (SPM), sepeda motor, bawang merah, dan ketimun.

    Untuk inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Februari 2026, komoditas seperti cabai merah, emas perhiasan, petai, daging ayam ras, tomat, nasi dengan lauk, ikan serai, jengkol, mobil, ikan nila, jeruk, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), angkutan udara, ikan dencis, kol putih/kubis, daging sapi, sate, tarif dokter spesialis, semangka, kontrak rumah, kembang kol, makanan hewan peliharaan, sepeda motor, terong, telepon seluler, dan bahan bakar rumah tangga menjadi pendorong utama.

    Kontribusi Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi

    Secara rinci, kontribusi terbesar inflasi y-on-y Februari 2026 datang dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan sumbangan sebesar 2,09 persen. Selanjutnya, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil 0,98 persen, dan kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menyumbang 0,91 persen.

    Kelompok lain yang turut berkontribusi meliputi Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,31 persen; Transportasi 0,14 persen; Pendidikan 0,10 persen; Rekreasi, Olahraga, dan Budaya 0,06 persen; serta Pakaian dan Alas Kaki dan Kesehatan masing-masing 0,03 persen.

    Sementara itu, kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,05 persen, dan kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,01 persen, sedikit meredam laju inflasi keseluruhan.(mas)




    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :