Efendi Alung Soroti Sampah dan PKL Talang Banjar, Transfer Depo Dinilai Jadi Solusi Baru

By MS LEMPOW 21 Mei 2026, 14:33:55 WIB KOTA
Efendi Alung Soroti Sampah dan PKL Talang Banjar, Transfer Depo Dinilai Jadi Solusi Baru

Keterangan Gambar : Efendi Alung Soroti Sampah dan PKL Talang Banjar, Transfer Depo Dinilai Jadi Solusi Baru


Mediajambi.com – Persoalan sampah yang selama ini membayangi kawasan Jambi Timur mulai mendapat perhatian serius. Penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di depan Pasar Talang Banjar yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi pada Kamis (21/5) dinilai menjadi langkah penting menuju perubahan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata.

Anggota Komisi I DPRD Kota Jambi, Efendi, menyambut baik kebijakan yang dilakukan Walikota Jambi Maulana bersama Wakil Walikota Diza Hazra Aljosha tersebut. Menurutnya, persoalan sampah di wilayah Jambi Timur memang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

“Banyak laporan yang masuk ke kami, khususnya dari masyarakat di Dapil 4. Sampah berserakan ini memang jadi persoalan yang sangat sering disampaikan warga,” ujar Efendi.

    Politisi yang akrab disapa Alung itu mengatakan, keberadaan transfer depo yang kini mulai dipersiapkan Pemkot Jambi diharapkan bisa menjadi jawaban atas persoalan sampah yang selama ini sulit dikendalikan.

    Menurutnya, sistem depo sampah jauh lebih efektif dibanding pola lama yang membuat titik-titik TPS kerap berubah menjadi tumpukan sampah liar dan menimbulkan bau tidak sedap.

    “Dengan adanya depo-depo sampah ini, kami berharap persoalan sampah di Jambi Timur bisa perlahan selesai. Artinya masyarakat punya tempat pengelolaan yang lebih baik dan lebih tertata,” katanya.

    Tak hanya soal sampah, DPRD Kota Jambi juga menyoroti kondisi kawasan Pasar Talang Banjar yang masih dipenuhi pedagang kaki lima di area luar pasar. Efendi menilai penataan kawasan harus dilakukan secara menyeluruh agar wajah pasar menjadi lebih rapi dan nyaman.

    Ia mengapresiasi langkah penertiban yang selama ini dilakukan Satpol PP Kota Jambi secara berkala. Namun menurutnya, penataan tidak cukup hanya dengan penertiban sesaat, melainkan juga harus diiringi pembangunan fasilitas pasar yang memadai.

    “Pemerintah kota juga akan melakukan pembangunan dan pembenahan pasar. Jadi nanti setelah pasar diperbaiki, kami berharap PKL yang masih berjualan di luar bisa masuk dan tertib mengikuti aturan,” jelasnya.

    Efendi menegaskan bahwa para pedagang juga harus memiliki kesadaran menjaga ketertiban demi kepentingan bersama. Sebab menurutnya, kawasan pasar yang semrawut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memicu persoalan kebersihan.

    “PKL tetap harus mengikuti aturan yang ada di Kota Jambi. Kalau semuanya tertib, pasar akan lebih nyaman, bersih, dan masyarakat juga senang datang ke sana,” tegasnya.

    Transformasi Talang Banjar kini bukan hanya soal menutup TPS lama, tetapi juga menjadi upaya besar mengubah wajah kawasan pasar tradisional agar lebih bersih, tertata, dan modern.(*)





    Write a Facebook Comment

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Semua Komentar

    Tinggalkan Komentar :